Sabtu, 09 April 2011

Mengenal Struktur dan Kebijakan Moneter Dalam Islam


Ilmu moneter dan fiskal adalah bidang kajian ilmu ekonomi moneter. Ilmu ekonomi moneter adalah bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari tentang sifat dan pengaruh uang terhadap kegiatan ekonomi. Banyak topi yang dibahas dalam kajian moneter dan fiskal dalam bidang ekonomi, diantaranya adalah peranan dan fungsi uang , sistem moneter dan pengaruhnya terhadap jumlah uang dan kredit , struktur dan fungsi bank , pengaruh uang dan kredit terhadap kegiatan ekonomi , stabilitas ekonomi , distribusi pendapatan .
Apa sebenarnya tujuan kita mempelajari ilmu kebijakan moneter dan fiskal , utamanya dalam ekonomi islam? Secara umum adalah tiga alasan atau pertimbangan yang mendasari belajar kebijakan moneter dan fiskal dalam ekonomi islam?
  1. Dengan mempelajari kebijakan moneter dalam ekonomi islam dapat diketahui lebih mendalam bagaimana mekanisme uang,bagi hasil,lembaga keuangan sistem dan kebijaksanaan moneter serta mekanisme ekonomi bagi hasil.
  2. Menganalisis fenomena moneter dalam kaitannya dengan efek kebijaksanaan moneter terhadap kegiatan ekonomi islami.
  3. Menganilisis mekanisme kebijakan fiskal dalam kaitannya dengan pembangunan ekonomi berdasarkan prinsip bagi hasil.
Dengan demikian dapat menambah pemahaman kita tentang berbagai hal yang berkaitan dengan uang, lembaga keuangan, kegiatan ekonomi bagi hasil yang dewasa ini sedang marak. Dapat juga diketahui efek dari penerapan kebijakan moneter dan fiskal terhadap upaya-upaya pencapaian pembangunan ekonomi.
Fungsi Uang dan Bank 
 
Uang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam sistem ekonomi modern. Ekonomi modern tidak akan pernah mencapai tingkat pengembangannya tanpa ada uang.
Uang dalam roda pembangunan ekonomi, ibarat sebagai “roda” dalam putaran industri. Pentingnya uang karena ada dorongan kegiatan pertukaran, sehingga uang pada mulanya dijadikan alat tukar. Ekonomi Modern , dengan semua kompleksitasnya dan interdependensinya tidak dapat dipisahkan dengan media alat tukar, yaitu uang. Selain sebagai alat tukar , perkembangan lebih lanjut atas fungsi uang adalah sebagai alat penyimpan nilai,dan uang sebagai alat penimbun kekayaan.
Sumber Ekspansi Moneter

Fungsi utama sistem moneter adalah memperlengkapi kebutuhan transaksi masyarakat , khusunya dalam rangka menumbuhkan ekonomi.Fungsi ini harus menjamin bahwa pertumbuhan moneter adalah memungkinkan atau tidak excessive atau deficient. Oleh karena itu , kita perlu melihat dan mengkontrol sumber-sumber ekspansi moneter.
Dari sisi pendekatan ekonomi islam, ada 3 sumber ekspansi moneter,yaitu : (1) fiat money creation; (2) credit money; (3) balance of payments surplus ,berikut adalah penjelasan dari 3 sumber ekspansi moneter :
  1. Fiat Money Creation
Bank sentral membuat uang dikarenakan ada dua alasan .Pertama , ketika pemerintah secara langsung meminjam darinya; kedua , ketika bank sentral memutuskan melakukan “perluasan” kegiatan pasar terbuka ? pada kasus pertama , pemerintah meminjam untuk kasus anggaran defisit dan pada kasus kedua bank sentral mencoba menstabilkan ekonomi melalui kegiatan pasar terbuka.
Dalam Kasus pertama,bank sentral mencipta dan meminjamkan nominal uang kepada pemerintah untuk mengendalikan perilaku bunga. Dalam sistem ekonomi islam , tidak ada asset yang dijalankan dengan menggunakan bunga, yang berarti bahwa hal ini harus dilakukan untuk asset bebas-bunga. Dalam sistem ekonomi Islam , apapun yang dilakukan pemerintah, seharusnya mampu menciptakan stabilitas harga . Stabilitas harga merupakan hal penting dalam aplikasi ekonomi islam.Kecuali itu, pemerintah perlu mengendalikan inflasi.
  1. Credit Money
Pada sistem ekonomi saat ini, deposit bank komersial merupakan bagian yang signifikan dari persediaan uang. Deposit ini dapat dibagi menjadi dua bagian. Pertama, Primery deposit dan kedua derivative deposit . Primery deposit merupakan uang/modal dasar bank dan derivative deposit merupakan cadangan fraksional yang didapatkan bank komersial dari ekstensi kredit, mengarah pada penambahan persediaan uang ,seperti yang dilakukan pemerintah atau bank sentral mencetak mata uang.
Dalam ekonomi islam, penggalangan ini merupakan masalah penting,sehingga penciptaan uang merupakan hak istimewa masyarakat , sehingga bank diizinkan untuk memberikan kredit atau bank sentra akan menerapkan 100 % sebagai cadangan bank.
  1. Balance of payments surplus
Keseimbangan surplus pembayaran adalah sumber lain dari ekspansi uang ,tetapi hal ini tidak begitu penting bagi negara Islam, sebab banyak negara Islam yang mengalami balance of payment deficits dan di beberapa negara mendapatkan nilai itu, pendekatan ini mengarahkan kepada ekspansi otomatis pada persediaan uang. Hal ini akan terjadi jika pemerintah mengeluarkan surplusnya di dalam negeri dan sektor swasta. Keseimbangan defisit pembayaran tidak akan melanggar ini secara memungkinkan . Jika pemerintah suatu negara mengeluarkan secara teratur menurut kemampuan ekonomi untuk menghasilkan supply , maka tidak akan terjadi inflasi sebagai akibat dari balance of payments surplus.

Struktur Kelembagaan
Setiap sistem memiliki persyaratan unik dalam mengendalikan struktur institusional yang akan menjamin berfungsinya sistem secara baik. Apakah yang akan dijadikan itu struktur sistem moneter dan fiskal dalam sistem ekonomi bebas-bunga , ini adalah permasalahan yang alami. Struktur organisasional sistem moneter Islami adalah sama seperti dengan sistem yang sudah ada , tetapi model operasinya sangat-sangat berbeda.
  1. Bank Sentral
Bank sentral adalah lembaga yang dipercaya mengelola persediaan uang dengan melibatkan masalah flat money seperti halnya pengawasan bank komersial. Bank sentral akan menentukan program tahunan pertumbuhan persediaan uang yang diharapkan sesuai dengan tujuan ekonomi nasioanal. Banyak uang yang diharapkan dapat dilakukan satu dari dua cara yang ada. Dalam skema waktu, bank sentral akan membukakan rekening investasi di bank-bank anggotanya. Pada skema yang lainnya, bank sentral akan membagi Mo secara memadai bagi pemerintah seperti kredit bebas bunga dan menempatkan ke bank komersial maupun lembaga kredit tertentu sebagai deposito Mudarabah.
  1. Bank Anggota
Bank dalam sistem Islam adalah bukan bank komersial tradisional (konvesional). Selanjutnya untuk melengkapi jasa perbankan secara teratur mereka juga akan melakukan investasi langsung. Produk-produk barunya dapat dilakukan dengan menekankan pada aktivitas investasi. Hal ini dapat berbagai macam ,diantaranya
  • Investasi Langsung
  • Profit –sharing Ventures
  • Central Deposit Certificate
  1. Pembendaharaan
Dalam hal ini memiliki tiga cabang yaitu: cabang distribusi, alokasi,dan cabang market-correction. Cabang distribusi bertanggung jawab terhadap proses pengumpulan seperti halnya distribusi zakat. Cabang alokasi akan

mengalokasikan sumber-sumber yang ada pada bidang-bidang kebutuhan pokok hidup masyarakat. Seperti: layanan kesehatan, pendidikan, keamanan.
Cabang Market correction akan menangani masalah monopoli eksternalitas dan ketidakteraturan pasar. 
Kebijakan Moneter
Untuk mencapai dan menjamin berfungsinya sistem moneter secara baik, biasanya otoritas moneter harus melakukan pengawasan pada keseluruhan sistem. Bukan hanya itu, otoritas moneter biasanya mempercayai bahwa uang bukanlah suatu selubung yang sederhana. Sektor moneter merupakan jaringan yang penting dan mempengaruhi sektor ekonomi riil. Jadi kebijakan moneter merupakan instrumen penting dari kebijakan publik dalam sistem ekonomi modern. Hal ini juga terjadi ddalam ekonomi islam , akan tetapi perbedaanya terletak pada tujuan dan larangan bunga dalam islam. Tujuan-tujuan seperti halnya dengan alat kebijakan moneter juga akan menjadi berbeda.
  • Tujuan-tujuan Kebijakan Moneter,yaitu :
Kebijakan moneter dalam ekonomi Islam akan mencoba menyelesaikan atau mencapai tujuan bahwa islam tegak dalam sektor-sektor sosio-ekonomi
Beberapa tujuan menurut Iqbal & Khan , diantarnya:
  1. Economics well being with full employment and optimum rate of economics growth.
  2. Sosio-economics justice and equitable distribution of ncome and wealth
  3. Stability in the value of money
Sumber : Muhammad. 2002. Kebijakan Fiskal dan Moneter Dalam Ekonomi Islami.
Jakarta: Salemba Empat.

Nama : Awika Bahani
Kelas : 1EB11
NPM : 21210236

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar