Minggu, 21 November 2010


Nama : Awika Bahani
Kelas : 1EB11
NPM : 21210236

Manusia dan Keadilan

  1. Pengertian Keadilan
  • Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia.
  • Keadilan menurut Plato adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal.
  • Keadilan menurut Socrates adalah keadilan tercipta bila warga Negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.
  • Keadilan secara umum ( general ) adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban , keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama. Contoh : bila upah/ gaji pegawai naik, maka harus disesuaikan dengan melaksanakan tuganya dengan lebih baik lagi.
  1. Keadilan Sosial
Terdapat pada sila kelima Pancasila, dengan pandangan sila ini menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Untuk mewujudkan keadilan social , perlu sikap yang harus dipupuk , yakni :
  1. Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan
  2. Sikap adil terhadap sesame, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak orang lain.
  3. Sikap memberi pertolongan kepada orang yang yang memerlukan.
  4. Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Keadilan dan ketidak adilan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia karena dalam hidupnya manusia menghadapi keadilan/ketidakadilan setiap hari. Hal ini menimbulkan daya kreativitas manusia, contohnya : puisi, novel, drama, musik.




  1. Berbagai Macam Keadilan

  1. Keadilan Legal atau Kadilan Moral
Keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Keadilan terwujud dalam masyarakat bila setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik menurut kemampuannya. Contoh : Pengurus Kesehatan bekerja pada bidang kesehatan dengan baik.
  1. Keadilan Distributif
Keadilan akan terlaksana bila hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama akan diperlakukan tidak sama . Contoh: Andi bekerja 10 tahun dan Budi bekerja selama 5 tahun , pada saat diberikan hadiah harus dibedakan antara Andi dan Budi , andai Andi mendapat 50.000 maka Budi harus mendapat 25.000
  1. Keadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Contoh :
Seorang dokter mempunyai pasien. Sebagai dokter , menjalankan tugasnya dengan baik dan pasien menanggapi lebih baik lagi , akibatnya hubungan mereka berubah menjadi dua insan yang saling mencintai . Apabila belum berkeluarga dokter tersebut, maka tercipta keadilan komutatif , karena dokter sudah memiliki keluarga maka akan menghancurkan rumah tangga.

  1. Kejujuran
Kejujuran adalah apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya , apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada, sedang kenyataan yang ada benar-benar sebuah kenyataan. Kejujuran mewujudkan keadilan , keadilan menuntut kemuliaan abadi , jujur memberikan keberanian dan ketentraman hati. Hakekatnya jujur /kejujuran dilandasi oleh kesadaran moral yang tinggi, kesadaran pengakuan terhadap kesalahan /dosa.
Kejujuran bersangkut erat dengan masalah nurani . Menurut M. Alamsyah dalam bukunya Budi Nurani yang disebut nurani adalah sebuah wadah yang ada dalam perasaan manusia, menyimpan kejujuran , ketulusan dalam meneropong kebenaran local maupun kebenaran illahi.
( M.Alamsyah, 1986 : 83) .



Hati nurani bertindak sesuai dengan norma- norma kebenaran akan menjadikan manusianya memiliki kejujuran . Hal yang dapat mempengaruhi orang tidak jujur, karena tidak rela , pengaruh lingkungan , sosial ekonomi , terpaksa ingin populer.

  1. Kecurangan
Kecurangan atau curang , identik dengan ketidakjujuran , sama dengan licik . Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah , tamak , ingin menimbun kekayaan yang berlebihan agar dianggap paling hebat.Bermacam – macam sebab orang melakukan kecurangan , ada 4 aspek , yaitu : ekonomi, kebudayaan, peradaban , dan teknik.

  1. Pemulihan Nama Baik
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup . Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik . Lebih baik jika ia menjadi teladan bagi orang-orang . Dengan melaksanakan apa yang dianggap baik berarti pula menjaga nama baik dirinya sendiri dan nama baik keluarga. Pada hakekatnya , pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya. Bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan akhlak .
Untuk memulihkan nama baik , manusia harus tobat atau minta maaf . Tidak hanya di bibir , melainkan harus bertingkah laku yang sopan , ramah , berbuat budi darma, dan sifat terpuji lainnya.

  1. Pembalasan
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi dari perbuatan dapat berupa perbuatan serupa , perbuatan yang seimbang.
Contoh : A memberi makanan pada B , dilain waktu B memberikan pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan . Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat , dan sebaliknya. 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar