Jumat, 14 Oktober 2011

Dampak Global Warming di Indonesia


Pemanasan global merupakan fenomena global yang disebabkan oleh aktivitas manusia di seluruh dunia, pertambahan populasi penduduk, serta pertumbuhan teknologi dan industri. Oleh karena itu peristiwa ini berdampak global. Beberapa aktivitas manusia yang menyebabkan terjadinya pemanasan global terdiri dari:


Konsumsi Energi Bahan Bakar Fosil. 
Sektor industri merupakan penyumbang emisi karbon terbesar, sedangkan sektor transportasi menempati posisi kedua. Menurut Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral (2003), konsumsi energi bahan bakar fosil memakan sebanyak 70% dari total konsumsi energi, sedangkan listrik menempati posisi kedua dengan memakan 10% dari total konsumsi energi. Dari sektor ini, Indonesia mengemisikan gas rumah kaca sebesar 24,84% dari total emisi gas rumah kaca.
Indonesia termasuk negara pengkonsumsi energi terbesar di Asia setelah Cina, Jepang, India dan Korea Selatan. Konsumsi energi yang besar ini diperoleh karena banyaknya penduduk yang menggunakan bahan bakar fosil sebagai sumber energinya, walaupun dalam perhitungan penggunaan energi per orang di negara berkembang, tidak sebesar penggunaan energi per orang di negara maju. Menurut Prof. Emil Salim, USA mengemisikan 20 ton CO2/orang per tahun dengan jumlah penduduk 1,1 milyar penduduk, Cina mengemisikan 3 ton CO2/orang per tahun dengan jumlah 1,3 milyar penduduk, sementara India mengemisikan 1,2 ton CO2/orang dengan jumlah 1 milyar penduduk.
Dengan demikian, banyaknya gas rumah kaca yang dibuang ke atmosfer dari sektor ini berkaitan dengan gaya hidup dan jumlah penduduk. USA merupakan negara dengan penduduk yang mempunyai gaya hidup sangat boros, dalam mengkonsumsi energi yang berasal dari bahan bakar fosil, berbeda dengan negara berkembang yang mengemisikan sejumlah gas rumah kaca, karena akumulasi banyaknya penduduk.

Sampah.
Sampah menghasilkan gas metana (CH4). Diperkirakan 1 ton sampah padat menghasilkan 50 kg gas metana. Sampah merupakan masalah besar yang dihadapi kota-kota di Indonesia. Menurut Kementerian Negara Lingkungan Hidup pada tahun 1995 rata-rata orang di perkotaan di Indonesia menghasilkan sampah sebanyak 0,8 kg/hari dan pada tahun 2000 terus meningkat menjadi 1 kg/hari. Dilain pihak jumlah penduduk terus meningkat sehingga, diperkirakan, pada tahun 2020 sampah yang dihasilkan mencapai 500 juta kg/hari atau 190 ribu ton/tahun. Dengan jumlah ini maka sampah akan mengemisikan gas metana sebesar 9500 ton/tahun. Dengan demikian, sampah di perkotaan merupakan sektor yang sangat potensial, mempercepat proses terjadinya pemanasan global.

Kerusakan hutan.
Salah satu fungsi tumbuhan yaitu menyerap karbondioksida (CO2), yang merupakan salah satu dari gas rumah kaca, dan mengubahnya menjadi oksigen (O2). Saat ini di Indonesia diketahui telah terjadi kerusakan hutan yang cukup parah. Laju kerusakan hutan di Indonesia, menurut data dari Forest Watch Indonesia (2001), sekitar 2,2 juta/tahun. Kerusakan hutan tersebut disebabkan oleh kebakaran hutan, perubahan tata guna lahan, antara lain perubahan hutan menjadi perkebunan dengan tanaman tunggal secara besar-besaran, misalnya perkebunan kelapa sawit, serta kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan oleh pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) dan Hutan Tanaman Industri (HTI). Dengan kerusakan seperti tersebut diatas, tentu saja proses penyerapan karbondioksida tidak dapat optimal. Hal ini akan mempercepat terjadinya pemanasan global.

Pertanian dan Peternakan.
Sektor ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca melalui sawah-sawah yang tergenang yang menghasilkan gas metana, pemanfaatan pupuk serta praktek pertanian, pembakaran sisa-sisa tanaman, dan pembusukan sisa-sisa pertanian, serta pembusukan kotoran ternak. Dari sektor ini gas rumah kaca yang dihasilkan yaitu gas metana (CH4) dan gas dinitro oksida (N20). Di Indonesia, sektor pertanian dan peternakan menyumbang emisi gas rumah kaca sebesar 8.05 % dari total gas rumah kaca yang diemisikan ke atmosfer.

Dampak Pemanasan Global
Sebagai sebuah fenomena global, dampak pemanasan global dirasakan oleh seluruh umat manusia di dunia, termasuk Indonesia. Posisi Indonesia sebagai negara kepulauan, menempatkan Indonesia dalam kondisi yang rentan menghadapi terjadinya pemanasan global. Sebagai akibat terjadinya pemanasan global, Indonesia akan menghadapi peristiwa :
  • Kenaikan Temperatur Global, menyebabkan mencairnya es di kutub utara dan selatan, sehingga mengakibatkan terjadinya pemuaian massa air laut, dan kenaikan permukaan air laut. Hal ini akan menurunkan produksi tambak ikan dan udang, serta terjadinya pemutihan terumbu karang (coral bleaching), dan punahnya berbagai jenis ikan. Selain itu, naiknya permukaan air laut akan mengakibatkan pulau-pulau kecil dan daerah landai di Indonesia akan hilang. Ancaman lain yang dihadapi masyarakat yaitu memburuknya kualitas air tanah, sebagai akibat dari masuknya atau merembesnya air laut, serta infrastruktur perkotaan yang mengalami kerusakan, sebagai akibat tergenang oleh air laut.
  • Pergeseran Musim sebagai akibat dari adanya perubahan pola curah hujan. Perubahan iklim mengakibatkan intensitas hujan yang tinggi pada periode yang singkat serta musim kemarau yang panjang. Di beberapa tempat terjadi peningkatan curah hujan sehingga meningkatkan peluang terjadinya banjir dan tanah longsor, sementara di tempat lain terjadi penurunan curah hujan yang berpotensi menimbulkan kekeringan. Sebagian besar Daerah Aliran Sungai (DAS) akan terjadi perbedaan tingkat air pasang dan surut yang makin tajam. Hal ini mengakibatkan meningkatnya kekerapan terjadinya banjir atau kekeringan. Kondisi ini akan semakin parah apabila daya tampung badan sungai atau waduk tidak terpelihara akibat erosi.
Kedua peristiwa tersebut akan menimbulkan dampak pada beberapa sektor :

Kehutanan.
Terjadinya pergantian beberapa spesies flora dan fauna. Kenaikan suhu akan menjadi faktor penyeleksi alam, dimana spesies yang mampu beradaptasi akan bertahan dan, bahkan kemungkinan akan berkembang biak dengan pesat. Sedangkan spesies yang tidak mampu beradaptasi, akan mengalami kepunahan. Adanya kebakaran hutan yang terjadi merupakan akibat dari peningkatan suhu di sekitar hutan, sehingga menyebabkan rumput-rumput dan ranting yang mengering mudah terbakar. Selain itu, kebakaran hutan menyebabkan punahnya berbagai keanekaragaman hayati.

Perikanan.
Peningkatan suhu air laut mengakibatkan terjadinya pemutihan terumbu karang, dan selanjutnya matinya terumbu karang, sebagai habitat bagi berbagai jenis ikan. Suhu air laut yang meningkat juga memicu terjadinya migrasi ikan yang sensitif terhadap perubahan suhu secara besar-besaran menuju ke daerah yang lebih dingin. Peristiwa matinya terumbu karang dan migrasi ikan, secara ekonomis, merugikan nelayan karena menurunkan hasil tangkapan mereka.

Pertanian.
Pada umumnya, semua bentuk sistem pertanian sensitif terhadap perubahan iklim. Perubahan iklim berakibat pada pergeseran musim dan perubahan pola curah hujan. Hal tersebut berdampak pada pola pertanian, misalnya keterlambatan musim tanam atau panen, kegagalan penanaman, atau panen karena banjir, tanah longsor dan kekeringan. Sehingga akan terjadi penurunan produksi pangan di Indonesia. Singkatnya, perubahan iklim akan mempengaruhi ketahanan pangan nasional.

Kesehatan.
Dampak pemanasan global pada sektor ini yaitu meningkatkan frekuensi penyakit tropis, misalnya penyakit yang ditularkan oleh nyamuk (malaria dan demam berdarah), mewabahnya diare, penyakit kencing tikus atau leptospirasis dan penyakit kulit. Kenaikan suhu udara akan menyebabkan masa inkubasi nyamuk semakin pendek sehingga nyamuk makin cepat untuk berkembangbiak. Bencana banjir yang melanda akan menyebabkan terkontaminasinya persediaan air bersih sehingga menimbulkan wabah penyakit diare dan penyakit leptospirosis pada masa pasca banjir. Sementara itu, kemarau panjang akan mengakibatkan krisis air bersih sehingga berdampak timbulnya penyakit diare dan penyakit kulit. Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) juga menjadi ancaman seiring dengan terjadinya kebakaran hutan.

Menurut saya :"harus dilakukan untuk mengatasi ancaman pemanasan global adalah melakukan penghematan energi listrik, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, menghentikan penebangan dan pembakaran hutan," Pemerintah harus didesak untuk menggunakan energi terbaru seperti matahari, air dan angin yang lebih ramah lingkungan.

Sabtu, 01 Oktober 2011

Understand about it

 

memang baru disadari, orang yang lebih sering cekcok dan beda pendapat dengan kita adalah orang yang DEKAT  dgn kita,

Kenapa bgtu?

karena orang yang dekat dengan kita punya harapan dan pemikiran yg baik tentang kita...
wajar kalau mereka lebih cepat  kecewa dan kesal dengan kita, karena mungkin yang kita lakukan belum sesuai dengan pemikiran dan harapannya...

layaknya piring yang satu dengan lainnya, saat mereka selesai dicuci, pernakah kita tidak sengaja menyentuhnya..dan bunyi suara yang gaduh ' ting..ting'
begitu juga manusia, pasti semakin kita dekat dan menyayanginya, semakin sering suara gaduh itu terdengar , walau disengaja atau tidak.. Tetapi semua bisa diatasi jika kita saling mengerti dan tau alasan kegaduhan itu...Tetapi sayangnya tidak semudah itu mengerti org lain, karena 'rambut sama hitam tetapi pemikiran dan perasaan yg berbeda'

Tetapi tidak ada salahnya untuk menjadi seseorang yang jauh lebih baik,yang yakin bisa mengerti perasaan orang lain...
seperti seorang ibu & janinnya . mreka saling memiliki dan menyayangi walau terasa amat dekat...^_^

Rabu, 28 September 2011

Saling Kait Antara Watak dan Prestasi , Benarkah ?


            Antara watak dan profesi ada semacam arus timbale balik. Ada saling kait-mengait dan mempengaruhi satu sama lain. Watak atau karakter tertentu mungkin cocol menggeluti profesi tertentu. Oleh karena itu, ada baiknya seseorang memahami diri sendiri agar dapat memilih pekejaan pas.
            Kalau kita rajin mengamat, kita akan menemukan memang karakter tertentu sangat berperan dalam menggeluti pekerjaan tertentu. Ketika masih remaja, di Bogor , Riyani Djangkaru, pernah mencoba-coba jadi figuran sinetron. Kemudian sekarang ia dikenal sebagai presenter acara Jejak Petualang di Tv 7. Riyani yang memiliki jiwa pemberani, tidak takut mencoba dan tidak mengenal jijik itu justru menemukan tempat yang pas dalam acara alam tersebut.
            Masih banyak contoh lain. Kalangan ilmu psikologi pun membenarkan hukum saling kait antara kait antara karakter dan pekerjaan. Oleh sebab itu, perusahaan-perusahaan melakukan psikotes ketika merekrut karyawan. Maksudnya, untuk mendapatkan karyawan yang cocok dengan pekerjaan yang tersedia.
            Setiap profesi atau pekerjaan itu punya karakter atau tuntutan tersendiri. Ada pekerjaan yang membutuhkan ketelitian ekstra. Ada pula yang sangat membutuhkan kerjasama. Setiap perusahaan mungkin punya tuntutan tersendiri. Sama-sama profesi wartawan , tapi perusahaan yang satu mengutamakan kejujuran, sementara yang satu mementingkan ketahanan kerja keras.
Aneka Ragam Watak
            Memang , sukses tidaknya seseorang menjalani profesi tidak hanya ditentukan cocok tidaknya watak dan karakter pekerjaan. Masih banyak faktor lain , seperti kecerdasan , ketekunan,dukungan suasana kerja dan sebagainya. Namun, kecocokan kepribadian pekerja dengan tuntutan pekerjaan diharapkan akan menguntungkan kedua pihak.
            Karena itu, banyak manfaatnya kita memahami selk beluk watak manusia. Watak dalam kamus disebut sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku. Sementara menurut ilmu psikologi , watak adalah keadaan atau konstitusi yang tampak dalam perbuatan-perbuatan seseorang. Jadi, watak itu menyangkut’’luar dalam ‘’. Menyangkut batin dan tindakan. Berwatak praktis, berarti berpikir dan bertindak praktis.
            Dalam ilmu psikologi , seluk-beluk tentang watak itu menjadi sub ilmu tersendiri. Namanya karakteriologi. Beberapa tokoh psikologi dalam perkembangan sub ilmu ini, antara lain : Plato, Heymans, Kunkel , C.G Yung, Spranger  dll.
            Dr. Kunkel misalnya berkesimpulan kejiwaan atau watak manusia dapat dibagi menjadi dua berdasarkan sikapnya terhadap manusia-manusia lain.Yaitu, yang sachlichkeit dan Ichaftigkeit . Ichaftigkeit adalah watak orang yang suka mengabdi ke ‘aku’an atau memikirkan dirinya sendiri. Sedangkan sachlichkeit adalah watak orang yang suka mengabdi pada masyarakat , orang banyak atau lingkungan.
            C.G Yung , ahli pengobatan jiwa dari swiss iini membagi watak manusia berdasarkan orientasinya., yaitu yang geextroverted dan yang geintroverted. Geextroverted adalah watak atau kejiwaan yang perbuatan-perbuatannya dipengaruhi dunia luar. Sedangkan yang geintroverted adalah watak yang mengandalkan atau berorientasi pada pendirian diri sendiri.
            Spranger  adalah ahli psikologi dari Jerman , misalnya membagi watak manusia berdasarkan nilai-nilai kebudayaan. Menurut Spranger , manusia ada 6 tipe. Pertama manusia ekonomi  yaitu manusia yang kejiwaannya lebih banyak dipengaruhi nilai-nilai ekonomi. Kedua, manusia keindahan , yaitu manusia yang lebih menggandrungi keindahan atau kesenian. Ketiga ,  Manusia saleh ,yaitu orang-orang yang mengutamakan keselamatan dan kebahagiaan rohani. Keempat, manusia teori yaitu mereka yang suka bekerja dan menggandrungi ilmu pengetahuan. Kelima, tipe manusia kekuasaan yaitu orang-orang yang menyukai kekuasaan dan segala hal yang berkaitan dengan itu, seperti ilmu politik. Yang terakhir, tipe manusia sosial yaitu mereka yang suka mengabdikan diri terhadap kepentingan sesama manusia.

Memanfaatkan Watak
Pembentukan watak manusia dipengaruhi pembawaan (dari dalam) dan lingkungan yang membesarkan (pengaruh luar). Karena itu, dari masa kanak-kanak bentuk watak itu sudah terbentuk, namun bentuk selanjutnya tergantung proses pendewasaan dari sosialisasi dalam lingkungan . Oleh sebab itu watak manusia jadi sangat beragam.
Dengan mengenali watak , kamu bisa memilih profesi atau pekerjaan yang lebih pas dengan kepribadian kita. Contohnya saja , jika kamu orang yang senang bergaul , tidak betah duduk di belakang meja , tidak pemalu ,punya rasa ingin tahu yang besar, senang bepergian , nah boleh pilih wartawan. Kalau kamu berpenampilan dan punya ekspresi yang menarik kamu boleh mencoba menjadi MC atau presenter tv.
Seperti yang sudah dijelaskan tadi , watak bukan satu-satunya faktor yang menentukan sukses tidaknya seseorang. Banyak juga orang yang sukses dalam pekerjaan yang tidak seirama dengan jiwanya, contohnya direktur bank dan pilot pesawat tempur yang senang dengan fotografi sejak muda , mereka tidak jadi fotografer , tetapi menjadikannya sebagai hobi. Hidup mereka menjadi lebih bervariasi.
Memang enak kalau bekerja di bidang yang sesuai dengan tuntutan jiwa kita, tetapi kalau tidak memungkinkan , tidak perlu kecewa atau frustasi. Berjiwa seni , senang seni , tidak selalu harus jadi seniman . Banyak medan sukses yang lain.

Sumber : Nestor. 2007. Pede Selangit. Gagas Media: Tangerang

Organisasi dan Pengelolaan Koperasi Sekolah

            1.      Pengertian Koperasi Sekolah 
Pada Pasal 33 Ayat (1) UUD 1945 tercantum dasar Demokrasi ekonomi yang menyatakan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Bangun perekenomian yang sesuai dengan itu adalah koperasiAdapun tujuan pembinaan koperasi adalah menjadikan koperasi sebagai lembaga ekonomi yang kuat dan menjadi wadah utama pembinaan kemampuan usaha golongan ekonomi lemah.Tujuan pembinaan tersebut hanya bisa dicapai apabila minat berkoperasi tertanam dan berkembang di kalangan generasi muda. Untuk itu, pendidikan koperasi perlu diberikan kepada siswa sekolah dasar , sekolah tinggi maupun perguruan tinggi.Untuk mendorong dan memajukan pendidikan koperasi di sekolah ,dikeluarkan Surat Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja , Transmigrasi dan koperasi No. 638/SKPTS/1974 yang dikuatkan dengan Surat Keputusan Bersama Menteri Koperasi , Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mdan Menteri Dalam Negeri No.SKB 125/M/KP/ TS/X/1984, No, 0447a dan No.71 tahun 1984. Koperasi sekolah merupakan koperasi yang anggotanya siswa-siswa pendidikan dasar, pendidikan menengah dan sekolah-sekolah /pendidikan  yang setingkat dengan itu , baik negeri atau swasta.
Berdasarkan pengertian koperasi sekolah diatas,  maka koperasi sekolah harus memenuhi hal berikut.
a.  Didirikan di sekolah atas para siswa di sekolah yang bersangkutan
b. Anggotanya terdiri atas para siswa di sekolah yang bersangkutan.
            c. Merupakan tempat berlatih bagi para siswa untuk meningkatkan pengetahuan koperasi
            d. Mampu menciptakan tenaga yang terampil dalam mengelola koperasi sekolah
            e. Berada di lingkungan Departemen Pendidikan Nasioanal atau di bawah pengawasan
            Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Koperasi melalui kantor wilayahnya masing-
            masing
Koperasi sekolah mempunyai fungsi ganda, yaitu disatu pihak sebagai lembaga ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan para siswa disekolah dan di lain pihak sebagai lembaga pendidikan dan latihan dasar perkoperasian bagi para siswa dalam rangka pembinaan kader-kader koperasi yang mampu dan tangguh dalam mengelola organisasi koperasi di masyarakat kelak. 
           2.      Landasan Koperasi Sekolah 
           A.    Landasan Idiil 
Landasan Idiil Koperasi adalah Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia dan sekaligus sebagai jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia. 
          B.     Landasan Struktural 
Landasan struktural koperasi sekolah terdiri dari peraturan perundangan sebagai berikut.
1)      Undang-undang Dasar 1945 Pasal 33 Ayat(1) ‘’Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan ‘’. Dalam penjelasan dijelaskan bahwa bangun ekonomi yang sesuai dengan ayat itu adalah koperasi. Landasan itu merupakan sumber kekuatan hukum yang paling utama.
2)      Undang-Undang No.25 Tahun 1992 tentang perkoperasian
3)      Surat Keputusan Tenaga Kerja ,Transmigrasi dan Koperasi No.638/SKPTS/MEN/1974 yang pada bagian keempat mencatumkan ‘’Menunjukk dan memberi kuasa Direktur Jenderal Koperasi Untuk memberikan pengakuan kepada koperasi sekolah-sekolah’’ 
3.      Asas dan Tujuan Koperasi Sekolah
Koperasi sekolah memiliki asas kekeluargaan dan gotong royong. Koperasi sekolah dijalankan oleh para siswa yang menjadi anggota koperasi yang modalnya dikumpulkan dari para anggota sendiri. Kegiatan koperasi dijalankan oleh para siswa secara demokratis di bawah bimbingan guru Pembina koperasi
Ada beberapa tujuan koperasi sekolah , antara lain :
1)      Melatih dan mengembangkan bakat serta pengetahuan berkoperasi dikalangan para siswa agar menjadi manusia tang bertanggung jawab.
2)      Memupuk kesetiakawanan dalam berorganisasi  dan menanamkan kesadaran hidup bekerja sama dalam mengurus koperasi.
3)      Memelihara hubungan baik dan kekeluargaan di kalangan para siswa.
4)      Memupuk rasa cinta kepada sekolah
5)      Menanamkan kedisiplinan dalam berorganisasi di kalangan para siswa
6)      Memberikan kemudahan bagi para siswa dalam memenuhi kebutuhannya
7)      Meningkatkan kesejahteraan ekonomi para siswa.
Koperasi sekolah dibentuk dengan persiapan matang sehingga di masa yang akan datang dapat berjalan dengan lancar dan berkelanjutan
      Adapun langkah-langkah untuk mendirikan koperasi adalah sebagai berikut :
1)      Guru Pembina koperasi sekolah memanggil beberapa siswa yang dianggap memenuhi syarat untuk diajak bicara tentang tata cara mendirikan koperasi sekolah
2)      Setelah mereka sepakat untuk mendirikan koperasi sekolah, para siswa mempersiapkan perencanaan pembentukannya.
3)      Para siswa menghadap ke kepala sekolah untuk meminta restu/izin serta pengarahan
4)      Para siswa pemprakarsa membuat undangan kepada wakil-wakil kelas,yang terdiri dari minimal 5 orang , dan menentukan  tanggal pertemuan. Pertemuan pembentukan panitia pendirian koperasi sekolah dipimpin oleh guru Pembina koperasi sekolah.
5)      Panitia menyiapkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga sementara untuk dibahas dalam rapat pembentukan koperasi.
6)      Panitia pembentukan koperasi menyiapkan undangan dan menyampaikan kepada kepala sekolah , pejabat koperasi setempat, camat setempat, Kakanwil Depdikbud, Komite Sekolah, serta calon anggota koperasi sekolah.
7)      Setelah semua dipersiapkan, maka pada tanggal yang telah ditenyukan dilaksanakanlah rapat pembentukan koperasi sekolah.

4.      Rapat Pembentukan Koperasi Sekolah
Pada hari yang telah ditentukan , panitia menyelenggarakan rapat yang dihadiri oleh para undangan yang disebutkan atas tadi.
Acara rapat dapat disusun sebagai berikut.
a.       Ketua panitia membuka rapat pembentukan dengan mengutarakan maksud dan tujuan mendirikan koperasi sekolah
b.      Kepala sekolah memberikan sambutan yang bersifat pengarahan serta memberikan restu untuk mendirikan koperasi sekolah.
c.       Pejabat koperasi memberikan sambutan mengenai penjelasan langkah-langkah pendirian koperasi.
d.      Pemilihan pengurus koperasi dan badan pengawas koperasi sekolah harus dilakukan secara demokkratis.
e.       Pejabat koperasi mengambil sumpah pengurus yang terpilih untuk satu periode yang akan datang.
f.       Penyelenggaraan rapat pleno anggota dengan cara sebagai berikut :
1)      Pengesahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang telah dibuat oleh pamitia pendirian koperasi sekolah
2)      Pengesahan rencana kerja koperasi sekolah
3)      Pengesahan RAPB koperasi sekolah untuk dijadikan APB koperasi sekolah
4)      Pengesahan neraca awal
5)      Sambutan ketua  koperasi sekolah yang terpilih
6)      Penutup, berupa pembacaan doa penutup dan dilanjutkan dengan ramah tamah.

5.      Keanggotaan Koperasi Sekolah
Ada beberapa syarat keanggotaan koperasi sekolah, antara lain sebagai berikut.
a.       Anggota koperasi sekolah adalah siswa yang kreatif di sekolah tersebut.
b.      Setiap anggota mempunyai hak yang sama.
c.       Setiap anggota wajib menaati ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
d.      Keanggotaan dapat berakhir apabila siswa mengalami hal-hal berikut.
1)      Meninggal dunia
2)      Menyelesaikan pendidikan di sekolah tersebut
3)      Pindah ke sekolah lain
4)      Melanggar ketentuan-ketentuan yang lebih ditetapkan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga koperasi sekolah.
6.      Kepengurusan Koperasi Sekolah
Menurut Undang-Undang No.25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, pengurus dipilih dari dan oleh anggota. Setiap anggota dapat dipilih sebagai pengurusan koperasi sekolah.
Adapun syarat-syarat pengurus koperasi sekolah antara lain sebagai berikut.
a.       Mampu memimpin koperasi sekolah
b.      Beratnggung jawab terhadap setiap keputusan yang telah diambil dan ditetapkan.
c.       Jujur dalam melaksanakan tugas
d.      Mempunyai minat yang besar terhadap koperasi
e.       Memiliki sifat sosial dan rela berkorban
f.       Untuk badan pengawas koperasi sekolah ditambahkan dengan persyaratan
1)      Mengerti administrasi /akuntansi
2)      Mampu memegang rahasia terhadap pihak ketiga
3)      Mampu memberikan saran dan perbaikan terhadap kesalahan   pengelolaan koperasi sekolah.
Apabila tidak ada siswa yang memenuhi persyaratan , badan pengawas dapat juga diangkat dari guru dengan persetujuan kepala sekolah.

7.      Permodalan Koperasi Sekolah
Koperasi sekolah merupakan lembaga ekonomi maka koperasi tersebut memerlukan permodalan untuk membiayai kegiatan operasionalnya.
Modal koperasi diperoleh dari sebagai berikut.
a.       Simpanan pokok yang pembayarannya dapat diangsur
b.      Simpanan wajib yang dipungut setiap bulan
c.       Simpanan sukarela yang sifatnya bebas dan tidak dibatasi jumlahnya
d.      Modal donasi yaitu modal yang diperolehdari pihak lain ,dermawan , atau pihak sekolah/orang tua murid sekolah yang bersangkutan.
e.       Modal tambahan yang berasal dari dana cadangan

8.      Usaha Koperasi Sekolah
Koperasi sekolah berada dalam lingkungan sekolah yang usahanya meliputi sektor ekonomi yang dapat memenuhi kebutuhan para siswa sekolah yang bersangkutan
a.       Simpan pinjam
b.      Penjualan buku-buku pelajaran dan alat tulis
c.       Penjualan alat-alat praktik Laboratorium
d.      Penyelenggaraan kantin sekolah
e.       Penjualan barang atau jasa lain untuk memenuhi kebutuhan siswa.

9.      Rapat Anggota Koperasi Sekolah
Rapat anggota merupakan badan tertinggi atau kekuasaan tertinggi dalam koperasi sekolah. Rapat anggota merupakan cerminan dari demokrasi dalam koperasi. Ketentuan-ketentuan mengenai rapat anggota yang berlaku pada koperasi pada umumnya berlaku juga bagi koperasi sekolah. Rapat anggota diselenggarakan minimal satu kali dalam setahun sebagai pertanggungjawaban pengurus kepada anggota


Kesimpulan :
Koperasi sekolah merupakan koperasi yang anggotanya siswa sekolah dasar, menengah dan sekolah-sekolah atau pendidikan yang setingkat dengan itu, baik negeri maupun swasta


Sumber :
Sukardi. 2007. EKONOMI. Graha Multi Grafika: Sukoharjo